Donasi Lumbung Pangan Masyarakat

Lumbung Pangan Masyarakat adalah konsep jaminan pangan masyarakat melalui pengelolaan wakaf dalam bentuk lahan pertanian untuk menghasilkan pangan dengan sistem multi manfaat, sehingga dapat menghasilkan pangan berkualitas, surplus yang lebih besar dan mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat di masa akan datang.

Lumbung Pangan Masyarakat yang dihadirkan untuk mengatasi permasalahan yang sering dihadapi petani dalam usaha mengelola pertanian  salah satunya yaitu permodalan dan  pemasaran hasil tani, sehingga petani tidak perlu lagi terlilit hutang oleh para tengkulak yang memainkan peranan mereka yang cukup memonopoli para petani. Petani mayoritas di sini adalah para buruh penggarap sawah.

Terkait dengan permodalan petani sering mengalami kesulitan dalam pembelian benih dan pupuk yang berkualitas karena harga yang selangit dan pada saat itulah biasanya petani meminjam uang kepada tengkulak untuk membelinya tentu dengan harga yang selangit. Dan hasil dari sawah petani tersebut akan dibeli para tengkulak dengan harga yang rendah padahal tengkulak akan menjualnya dengan harga lebih tinggi dari harga pasar sehingga ini sangat merugikan petani kecil atau petani penggarap. Di saat inilah sistem “ijon” berlaku yang dilarang agama karena di satu sisi salah satu pihak dirugikan. tanpa sadar ini telah menggerogoti kesejahteraan petani desa.

Di LPM harga gabah tetap stabil. Ketika masa panen tiba, harga gabah akan ditentukan dan disepakati secara bersama, antara petani dan LPM kemudian beras dari hasil penggilingan gabah kering tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan kemanusiaan, seperti kebutuhan dapur umum di lokasi bencana dan sedekah pangan. LPM akan menyuplai kebutuhan pangan bagi wilayah-wilayah yang dilanda kekeringan dan bencana di Indonesia akan terpenuhi.

Di sisi lain jumlah luasan lahan pertanian di Pulau Jawa terus merosot dan berganti menjadi lahan baru yang dibangun beton di atasnya. Contoh saja , tahun 2016 lalu ribuan petani di Rembang mencoba segala cara mempertahankan lahan sawahnya agar tak jadi diubah menjadi pabrik semen. Kemudian petani di Kulonprogo, Yogyakarta hanya bisa pasrah menyimak sawahnya sedang dipatok-patok untuk dibangun menjadi bandara baru Yogyakarta. Inilah yang terjadi di pulau Jawa walau masih bisa disebut sebagai Pulau Padi, dengan luasan area sawah terbanyak yaitu sebanyak 3,4 juta hektare atau sekitar 42.49% dari luas total nasional. dibandingkan kawasan lainnya di seluruh Indonesia, Jawa tetap menjadi penyuplai pangan terbesar di negeri ini.

Dibutuhkan upaya untuk mempertahankan lahan persawahan sehingga suplai pangan tetap bisa terjaga. Global Wakaf menginisiasi program wakaf pangan bagian dari Lumbung Pangan Masyarakat bukan hanya menjaga suplai pangan nasional tetapi juga meningkatkan taraf hidup para petani.

Donasi

Donasi yang kami fokuskan saat ini yaitu untuk desa Jipang Ke. Cepu Kab. Blora Jawa Tengah dengan 150 petani yang bergabung di LPM dengan lahan pertanian seluas 98 hektare. Latar belakang donasi LPM ini:

  1. Berkurangnya lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi bangunan-bangunan seperti pabrik, perumahan dll
  2. Menjadi solusi permasalahan klasik yang dihadapi para petani, yaitu permodalan dan pemasaran hasil tani
  3. Adanya para tengkulak atau lintah darat memainkan peranan mereka yang cukup memonopoli para petani dan membuat kesejahteraan petani menurun.

Dana yang dibutuhkan

Dana yang dibutuhkan untuk program LPM ini yaitu sebesar 20 juta untuk 10 hektar sawah di mana 1 hektar memperkerjakan 3 orang petani berarti memperdayakan 30 petani.

Kerja Sama Donasi

Pulsa Boss bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap melalui Global Wakaf untuk membantu mengatasi masalah para petani yang ada di desa Jipang Ke. Cepu Kab. Blora Jawa Tengah.

Ayo Buka Hati, Puaskan Berbagi

Caranya sangat mudah. Cukup melakukan isi ulang pulsa, toke listrik/PLN, dan kuota internet Anda sudah ikut berbagi. Semakin sering anda isi ulang, maka semakin banyak Anda berdonasi. Saatnya berdonasi sekarang,

klik:  Beli Pulsa Online  |   Beli Token Listrik  |   Beli Kuota Internet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *